Li Na Berbenah Menjelang Australia Open
Usai kandas di Australia Open tahun lalu dari Kim Clijsters dan lalu menjadi juara di final Prancis Open atas Francesca Schiavone yang menandai gelar Grand Slam perdana yang diperoleh petenis Cina, Li Na serta petenis Asia pertama yang menyabet Grand Slam.
Tapi selepas itu, di paruh kedua tahun 2011, prestasi Li Na seakan merosot. Di Wimbledon, petenis putri berusia 29 tahun tersebut cuma sampai di babak kedua, sementara di US Open, bahkan Li Na telah tersingkir di babak pertama. Li Na pun tidak pernah menjuarai gelar WTA setelah itu. Terakhir, dia ditaklukkan Victoria Azarenka di final kejuaraan Sydney International, Sabtu (14/1/2012).
“Saya merasa lebih tangguh, tidak seperti setengah tahun lalu ketika saya kehilangan semua pertandingan, tidak peduli siapa lawan itu,” kata Li seperti dilansir AP, Minggu (15/1/2012). “Tapi saya senang dengan apa yang saya lakukan sekarang,” sambungnya.
“Tenis adalah olahraga yang sulit, kami bepergian ke seluruh dunia. Saya pikir kami memiliki musim terpanjang yang pernah ada,” tuturnya.
“Setiap tahun kami memiliki 10 sampai 11 bulan untuk turnamen. Saya tidak tahu dengan pemain lain, tapi saya perlu waktu untuk pulih. Dan tentu saja, saya merasakan sedikit tekanan,” jelasnya.
”Waktu pemulihan datang hanya dalam satu pekan untuk istirahat. Tidak ada waktu dalam tenis untuk memulihkan kebugaran, saya hanya benar-benar butuh untuk bersantai,” tegasnya.
Sedangkan, petenis nomor wahid dunia, Caroline Wozniacki mengungkapkan siap untuk ambil bagian turnamen Grand Slam, Australia Open 2012. Wozniacki merasa 100 persen siap pasalnya tubuhnya sudah terbebas dari lilitan cedera.
Wozniacki memang kerap menderita cedera, tapi cedera itu tidaklah parah. Walau masih menanti, cedera itu tidak menjadikan petenis Denmark tersebut meraih peringkat satu dunia. Sekarang menjelang Grand Slam pertama musim ini, dia menyatakan pada kondisi fisik yang benar-benar fit.



